
UNPAB Raih Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak 2026, Dukung Pemulihan Pascabencana di Sumatra
Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) turut ambil bagian dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026, yang secara simbolis dilepas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Auditorium Universitas Negeri Medan (UNIMED), Sumatra Utara.
Sebanyak 10.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dikerahkan untuk terjun langsung ke daerah terdampak bencana. Program nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek, bekerja sama dengan UNIMED sebagai tuan rumah.
Berdasarkan Pengumuman Penerima Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026, UNPAB dinyatakan lolos pendanaan dengan satu proposal terpilih. Proposal tersebut berjudul “Penerapan Model Agropreneur Karbon Dasawisma Berbasis Biochar untuk Akselerasi Ekonomi Hijau Pasca Bencana Banjir di Pulo Brayan Bengkel Baru”, yang diketuai oleh Desi Sri Pasca Sari Sembiring.
Proposal UNPAB melibatkan 50 mahasiswa dengan pendampingan 3–4 dosen, dan difokuskan pada penguatan ekonomi hijau masyarakat pascabencana melalui pendekatan agropreneur berbasis inovasi ramah lingkungan. Model ini dirancang untuk mendorong pemulihan ekonomi lokal, peningkatan ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan di wilayah terdampak banjir.
Program Mahasiswa Berdampak merupakan respons terhadap bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir tahun 2025, yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, kesehatan, dan layanan dasar masyarakat. Mahasiswa diposisikan sebagai aktor strategis yang menjembatani fase tanggap darurat dengan pemulihan jangka panjang berbasis kapasitas lokal dan inovasi perguruan tinggi.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh. Setiap tim mahasiswa didampingi dosen pembimbing yang memiliki kompetensi riset dan inovasi, sehingga solusi yang diterapkan di lapangan berbasis kajian ilmiah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Keikutsertaan sekaligus keberhasilan UNPAB memperoleh pendanaan dalam program ini menegaskan komitmen universitas dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. UNPAB terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk berperan aktif dalam program strategis nasional, guna melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Berita Lainnya
Pengumuman
Galeri Fakultas
Galeri Universitas
tags
- akuntansi
- beasiswa
- browser
- buku
- dikti
- ekonomi
- filsafat
- gemilang prestasi
- hukum
- islam
- jurnal
- kerjasama
- kesehatan
- komputer
- lanskap
- loker
- lomba
- lppm
- lppro
- magister
- manajemen
- metafisika
- olahraga
- pelatihan
- pengumuman
- pertanian
- peternakan
- pustaka
- seminar
- sepakbola
- sosial
- teknik
- ukm
- unpab
- wisuda












