unpab-gelar-diskusi-ilmiah-di-sman-2-medan--bahas-inovasi-pemuliaan-tanaman-kopi-nasional-1779266979_20.jpg

UNPAB Gelar Diskusi Ilmiah di SMAN 2 Medan | Bahas Inovasi Pemuliaan Tanaman Kopi Nasional

Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) melalui Program Studi Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi menggelar kegiatan Diskusi Ilmiah bertema “Pemuliaan Tanaman Kopi: Menuju Varietas Unggul Nasional” di SMA Negeri 2 Medan pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 75 siswa/siswi SMAN 2 Medan sebagai peserta utama.

Kegiatan diskusi ilmiah ini turut dihadiri oleh Assoc. Prof. Dr. Rahmaniar, S.T., M.T. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNPAB, Drs. Marsito, M.Si. selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, serta Andi Setiawan, S.P., M.Agr. selaku Ketua Program Studi Agroteknologi UNPAB.

Materi utama disampaikan oleh Sophia, S.P., M.Si. selaku Dosen Program Studi Agroteknologi UNPAB yang membahas pentingnya pemuliaan tanaman kopi sebagai upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi Indonesia.

Dalam pemaparannya, Sophia, S.P., M.Si. menjelaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi minuman favorit di berbagai negara. Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia dengan jenis utama Arabika dan Robusta.

Beliau menjelaskan bahwa pemuliaan tanaman merupakan proses memperbaiki sifat tanaman agar menghasilkan varietas yang lebih unggul. Pada tanaman kopi, pemuliaan dilakukan untuk meningkatkan hasil panen, memperbaiki kualitas rasa dan aroma, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama, penyakit, dan perubahan iklim.

Saat ini, tanaman kopi menghadapi berbagai tantangan, seperti serangan penyakit karat daun, perubahan cuaca yang tidak menentu, hingga meningkatnya kebutuhan pasar terhadap kopi berkualitas tinggi atau specialty coffee. Oleh sebab itu, pengembangan varietas unggul menjadi langkah penting dalam mendukung keberlanjutan produksi kopi nasional.

Dalam materi tersebut juga dijelaskan bahwa pemuliaan kopi dapat dilakukan melalui metode konvensional maupun modern berbasis bioteknologi. Metode konvensional dilakukan melalui proses persilangan dan seleksi tanaman selama beberapa generasi, sedangkan metode modern memanfaatkan teknologi untuk mempercepat seleksi bibit unggul.

Beberapa teknologi modern yang diperkenalkan antara lain Marker-Assisted Selection (MAS), Genomic Selection, teknologi CRISPR/Cas9, rekayasa genetika, serta kultur jaringan. Teknologi tersebut membantu peneliti dalam memilih bibit unggul secara lebih cepat dan akurat.

Selain itu, teknik kultur jaringan juga dimanfaatkan untuk memperbanyak bibit unggul, menghasilkan tanaman bebas penyakit, serta menjaga plasma nutfah kopi agar tetap terpelihara. Namun demikian, pengembangan kopi unggul di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan fasilitas laboratorium, biaya teknologi yang tinggi, serta kebutuhan tenaga ahli di bidang bioteknologi.

Karena itu, kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dinilai sangat penting guna mendukung kemajuan pengembangan kopi nasional di masa depan.

Sebagai penutup, Sophia, S.P., M.Si. turut memperkenalkan beberapa varietas kopi unggul Indonesia seperti Catimor, Sigarar Utang, dan Andungsari 2K yang dikenal memiliki produktivitas tinggi serta tahan terhadap penyakit. Dengan pemanfaatan teknologi modern, Indonesia diharapkan mampu terus menghasilkan varietas kopi unggul yang kompetitif di pasar dunia.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa mengenai pemuliaan tanaman kopi dan pengembangan varietas unggul, memahami tantangan budidaya kopi beserta solusi teknologi modern, memperkenalkan metode pemuliaan kopi berbasis bioteknologi, serta meningkatkan minat generasi muda terhadap inovasi di bidang pertanian dan perkebunan kopi.

Berita Lainnya