
UNPAB Dorong Dosen Tembus Pendanaan Kemdiktisaintek 2026, Perkuat Ekosistem Riset hingga Berdampak bagi Masyarakat
Medan – Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga menciptakan pengetahuan yang dapat menjawab persoalan di tengah masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) terus mendorong dosen mengembangkan gagasan penelitian sekaligus membuka akses terhadap berbagai peluang pendanaan riset.
Upaya tersebut salah satunya terlihat dari keberhasilan Dr. Najla Lubis, S.T., M.Si., dosen UNPAB, memperoleh pendanaan penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 melalui Skema Penelitian Fundamental.
Penelitian berjudul “Identifikasi dan Karakterisasi Enzim dari Ekoenzim Berbasis Berbagai Jenis Limbah Pertanian Sebagai Dasar Pengembangan Nilai Tambah Limbah Organik” tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana gagasan yang dikembangkan dosen dapat diarahkan menuju penelitian yang lebih mendalam melalui dukungan dan pendampingan institusi.
Bagi UNPAB, capaian tersebut bukan semata-mata keberhasilan seorang dosen memperoleh pendanaan. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya membangun lingkungan akademik yang memberikan ruang bagi dosen untuk mengembangkan ide, menyusun proposal, mengikuti proses seleksi, hingga menghasilkan penelitian yang memiliki kontribusi bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Perjalanan Dr. Najla dalam mengembangkan kajian ekoenzim sendiri telah dimulai sejak 2019, ketika ia mengikuti sosialisasi mengenai ekoenzim untuk pertama kalinya. Ketertarikan tersebut kemudian mulai diarahkan secara lebih serius ke ranah penelitian sejak 2022.
Menariknya, keberhasilan memperoleh pendanaan Kemdiktisaintek tidak terjadi pada pengajuan pertama. Proposal penelitian Dr. Najla baru berhasil memperoleh pendanaan pada pengajuan yang ketiga. Proses tersebut menunjukkan bahwa kesempatan untuk mendapatkan pendanaan riset juga membutuhkan ketekunan, evaluasi, dan kemauan untuk terus memperbaiki gagasan penelitian.
“Pesan saya untuk dosen-dosen lain, dan untuk saya sendiri sebagai dosen, agar terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan penelitian serta tidak putus asa untuk membuat proposal,” ujar Dr. Najla.
Penelitian fundamental yang didanai Kemdiktisaintek 2026 kemudian membawa kajian tersebut ke arah yang lebih mendasar. Jika penelitian mandiri yang sebelumnya dikembangkan Dr. Najla sejak 2022 lebih berorientasi pada aplikasi langsung ekoenzim dan tidak secara khusus membedakan jenis enzim maupun jenis limbah, penelitian kali ini dimulai kembali dari masing-masing jenis limbah.
Sebanyak 10 jenis limbah dan hasil pertanian digunakan dalam penelitian tersebut, terdiri atas tujuh jenis kulit buah dan tiga jenis sayuran. Untuk menjaga informasi teknis penelitian, bahan yang digunakan di antaranya berupa buah nanas, pepaya, dan jenis bahan pertanian lainnya.
Dari masing-masing bahan tersebut, penelitian diarahkan untuk mendapatkan peta profil enzimatik. Empat jenis enzim menjadi fokus karakterisasi, yakni amilase, protease, lipase, dan pektinase.
“Targetnya adalah mendapatkan peta profil enzimatik dari 10 jenis limbah tersebut. Jadi setiap jenis limbah akan dilihat dan dikaji dari sisi enzimnya. Ada empat jenis enzim yang akan ditentukan, yaitu amilase, protease, lipase, dan pektinase,” jelas Dr. Najla.
Penelitian tersebut juga memperlihatkan bahwa riset membutuhkan proses yang tidak selalu singkat. Salah satu tantangan terbesarnya adalah masa fermentasi ekoenzim yang mencapai sekitar 100 hari serta Pengujian kuantitatif enzim dalam penelitian ini memerlukan fasilitas dan instrumen laboratorium yang lebih spesifik, sehingga proses pengujiannya dilakukan melalui laboratorium mitra diluar UNPAB. Saat ini, penelitian masih berada pada tahap fermentasi dan direncanakan memasuki masa panen pada 30 Agustus 2026.
“Hambatan yang paling berat memang pada waktu fermentasinya yang cukup lama. Untuk mengetahui proses fermentasinya berhasil atau tidak, kami harus menunggu sekitar 100 hari, serta pengujian harus di lakukan di laboratorium diluar UNPAB,” jelasnya.
Meski penelitian fundamental tersebut masih berjalan, pengalaman Dr. Najla dalam menghasilkan produk ekoenzim telah dimulai melalui penelitian mandiri sebelumnya. Produk yang dihasilkan dari penelitian tersebut telah berhasil dibuat dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Yang merasakan manfaat pertama tentu saya dan keluarga karena produk ini dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi manfaatnya tentu tidak hanya untuk kami. Siapa saja yang membutuhkan dan mau menerapkannya juga bisa memanfaatkan hasil penelitian ini,” ungkapnya.
Perbedaan antara penelitian sebelumnya dan penelitian fundamental Kemdiktisaintek 2026 menjadi bagian penting dalam perjalanan riset tersebut. Pengalaman dari penelitian mandiri memberikan ruang bagi pengembangan kajian yang lebih mendalam, sementara pendanaan Kemdiktisaintek membuka kesempatan untuk memetakan profil enzimatik dari setiap jenis limbah secara lebih terarah.
Dalam proses tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNPAB turut mengambil peran melalui pendampingan dalam proses pengusulan proposal hingga pencairan pendanaan.
“LPPM sangat membantu kami dalam proses pengusulan proposal sampai dengan pencairan pendanaan. Pendampingan yang diberikan membuat kami lebih terbantu dalam mengikuti setiap tahapan yang harus dilalui. Bagi saya, dukungan seperti ini sangat penting karena dosen tidak hanya membutuhkan kesempatan untuk melakukan penelitian, tetapi juga membutuhkan pendampingan agar proses pengajuan proposal dapat berjalan dengan baik. Saya sangat terbantu dengan dukungan dari LPPM UNPAB,” jelas Dr. Najla.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya UNPAB membangun ekosistem penelitian yang tidak hanya mendorong dosen untuk menghasilkan gagasan, tetapi juga membantu mereka melewati proses pengusulan pendanaan. Dengan adanya dukungan tersebut, dosen memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan penelitian melalui skema pendanaan eksternal.
Bagi UNPAB, keberhasilan Dr. Najla memperoleh pendanaan Kemdiktisaintek 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset di lingkungan kampus. Penelitian tidak ditempatkan hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi diarahkan menjadi aktivitas yang mampu menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan manfaat yang dapat dirasakan lebih luas.
Melalui penelitian fundamental tersebut, Dr. Najla menargetkan satu publikasi pada jurnal internasional bereputasi dan satu prosiding internasional. Target tersebut menjadi bagian dari upaya membawa hasil penelitian UNPAB ke ruang akademik yang lebih luas sekaligus memperkuat kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Di sisi lain, penelitian mengenai ekoenzim juga menunjukkan bagaimana persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber lahirnya gagasan penelitian. Limbah pertanian yang sebelumnya hanya dilihat sebagai sisa dapat dikaji secara ilmiah untuk mengetahui potensi enzimatik yang terkandung di dalamnya.
Bagi UNPAB, perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa dampak penelitian dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Dimulai dari keberanian dosen mengembangkan gagasan, dukungan dalam proses pengusulan, kesempatan memperoleh pendanaan, hingga menghasilkan luaran penelitian yang dapat dipublikasikan dan dikembangkan lebih lanjut.
Keberhasilan Dr. Najla menjadi salah satu bukti bahwa ketika dosen diberikan ruang untuk meneliti dan didukung dalam proses pengembangannya, gagasan yang berasal dari lingkungan sekitar dapat dibawa menjadi penelitian yang memiliki nilai akademik.
UNPAB akan terus mendorong dosen untuk memanfaatkan peluang pendanaan penelitian, memperkuat kolaborasi dan pendampingan melalui LPPM, serta mengembangkan riset yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi memiliki peluang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari ruang akademik, penelitian tersebut diharapkan terus bergerak menuju dampak yang lebih luas: memperkuat ilmu pengetahuan, melahirkan inovasi, dan membuka peluang pemanfaatan sumber daya di sekitar masyarakat secara lebih tepat dan bernilai.
Berita Lainnya
Pengumuman
Galeri Fakultas
Galeri Universitas
tags
- akuntansi
- beasiswa
- browser
- buku
- dikti
- ekonomi
- filsafat
- gemilang prestasi
- hukum
- islam
- jurnal
- kerjasama
- kesehatan
- komputer
- lanskap
- loker
- lomba
- lppm
- lppro
- magister
- manajemen
- metafisika
- olahraga
- pelatihan
- pengumuman
- pertanian
- peternakan
- pustaka
- seminar
- sepakbola
- sosial
- teknik
- ukm
- unpab
- wisuda












