
UNPAB Buka Peluang Hibah Penelitian, Dorong Dosen Tingkatkan Produktivitas Riset dan Pengabdian
Medan – Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) terus mendorong dosen untuk aktif menghasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNPAB adalah membuka peluang hibah bagi dosen untuk mengembangkan gagasan penelitian sekaligus meningkatkan rekam jejak akademiknya.
Program hibah tersebut menjadi ruang bagi dosen untuk mengembangkan penelitian yang inovatif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memiliki keterkaitan dengan arah pengembangan universitas. Melalui dukungan LPPM, dosen tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mengusulkan penelitian, tetapi juga mendapatkan pendampingan dalam proses pengajuan hingga tahapan pendanaan.
Komitmen tersebut berjalan seiring dengan aktivitas penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen UNPAB. Sepanjang periode 2025–2026, tercatat 193 kegiatan penelitian dan pengabdian berskala nasional dan internasional, sementara 270 kegiatan lainnya merupakan penelitian dan pengabdian mandiri.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas riset dan pengabdian telah menjadi bagian dari kegiatan akademik dosen di lingkungan UNPAB. Ke depan, aktivitas tersebut terus diarahkan agar menghasilkan luaran yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun masyarakat.
Kepala LPPM UNPAB, Assoc. Prof. Dr. Elfitra Desy Surya, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kualitas proposal menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan hibah penelitian. Menurutnya, proposal yang diajukan dosen perlu memiliki gagasan yang jelas, unsur inovasi, serta relevansi dengan kebutuhan pembangunan.
“Proposal dosen harus menarik, memiliki inovasi, serta memiliki keterkaitan dengan Asta Cita dan Sustainable Development Goals (SDGs),” jelasnya.
Ia mengatakan, penelitian dosen diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan akademik, tetapi dapat menghasilkan luaran yang memiliki manfaat dan dapat dikembangkan lebih lanjut. Luaran tersebut antara lain publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau paten, buku, hingga produk dan inovasi yang dapat diterapkan.
Menurutnya, dukungan terhadap kegiatan penelitian juga berkaitan erat dengan pengembangan karier dosen. Semakin aktif dosen melakukan penelitian dan pengabdian, semakin besar pula peluang untuk membangun rekam jejak akademik dan meningkatkan kompetensi sebagai peneliti.
“Ini sangat penting karena dengan adanya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dosen terdorong untuk terus melakukan penelitian, membangun karier dosen, dan meningkatkan rekam jejak penelitiannya. Penelitian tersebut juga harus sesuai dengan visi dan misi universitas,” ujarnya.
Salah satu dosen UNPAB yang memanfaatkan dukungan tersebut adalah Dr. Najla Lubis, S.T., M.Si. Ia mengembangkan penelitian berjudul “Karakterisasi Enzim dari Ekoenzim Limbah Pertanian”.
Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan limbah pertanian melalui pengembangan ekoenzim dan karakterisasi enzim yang dihasilkan. Penelitian ini menjadi salah satu contoh bagaimana dosen dapat mengembangkan gagasan penelitian yang berangkat dari persoalan lingkungan dan berpotensi menghasilkan inovasi yang lebih lanjut.
Dalam proses pengusulan penelitian, Dr. Najla mendapatkan pendampingan dari LPPM UNPAB, mulai dari proses pengusulan proposal hingga tahapan pencairan pendanaan.
“LPPM sangat membantu kami dalam proses pengusulan proposal sampai dengan pencairan pendanaan. Pendampingan yang diberikan membuat kami lebih terbantu dalam mengikuti setiap tahapan yang harus dilalui. Bagi saya, dukungan seperti ini sangat penting karena dosen tidak hanya membutuhkan kesempatan untuk melakukan penelitian, tetapi juga membutuhkan pendampingan agar proses pengajuan proposal dapat berjalan dengan baik. Saya sangat terbantu dengan dukungan dari LPPM UNPAB,” jelas Dr. Najla.
Keberadaan program hibah dan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya UNPAB membangun lingkungan akademik yang mendorong dosen untuk lebih produktif dalam menghasilkan karya ilmiah dan inovasi. Penelitian yang dilakukan juga diarahkan agar memiliki luaran yang jelas, mulai dari publikasi jurnal, HKI atau paten, buku, hingga produk dan inovasi.
Bagi UNPAB, peningkatan produktivitas penelitian dan pengabdian bukan hanya berkaitan dengan jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga kualitas serta manfaat yang dihasilkan. Karena itu, LPPM terus mendorong dosen untuk memanfaatkan berbagai peluang pendanaan dan mengembangkan penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan serta kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap dosen semakin aktif berpartisipasi dalam hibah ke depannya, sehingga kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat semakin meningkat,” tambahnya.
Melalui dukungan LPPM dan keterlibatan aktif dosen, UNPAB terus membangun budaya riset yang lebih produktif dan berorientasi pada hasil. Berbagai penelitian dan pengabdian yang dilakukan diharapkan tidak hanya memperkuat rekam jejak akademik dosen, tetapi juga menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
UNPAB terus membuka ruang bagi dosen untuk mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, menghasilkan inovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Berita Lainnya
Pengumuman
Galeri Fakultas
Galeri Universitas
tags
- akuntansi
- beasiswa
- browser
- buku
- dikti
- ekonomi
- filsafat
- gemilang prestasi
- hukum
- islam
- jurnal
- kerjasama
- kesehatan
- komputer
- lanskap
- loker
- lomba
- lppm
- lppro
- magister
- manajemen
- metafisika
- olahraga
- pelatihan
- pengumuman
- pertanian
- peternakan
- pustaka
- seminar
- sepakbola
- sosial
- teknik
- ukm
- unpab
- wisuda












