dosen-unpab-isi-kajian-ramadan-lldikti-wilayah-i-sumatera-utara-angkat-tema-pendidikan-keluarga-dalam-islam-1773203045_24.jpg

Dosen UNPAB Isi Kajian Ramadan LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Angkat Tema Pendidikan Keluarga dalam Islam

Medan, 10 Maret 2026 — Momentum Ramadan 1447 H dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat nilai spiritual dan keilmuan melalui kegiatan Kajian Ramadan yang digelar di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Senin (10/3/2026). Kajian tersebut menghadirkan Dr. Bahtiar Siregar, S.Pd.I., M.Pd., dosen Pendidikan Agama Islam dari Universitas Pembangunan Panca Budi, sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Pendidikan Keluarga dalam Islam.”

Dalam pemaparannya, Dr. Bahtiar Siregar menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan. Menurutnya, pendidikan keluarga memiliki peran strategis dalam menanamkan akhlak, keimanan, serta tanggung jawab moral sejak dini kepada generasi penerus.

“Dalam Islam, keluarga bukan hanya tempat bertumbuh secara fisik, tetapi juga menjadi madrasah pertama bagi anak untuk mengenal nilai-nilai agama, akhlak, dan adab dalam kehidupan,” ungkapnya dalam kajian tersebut.

Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua sebagai teladan dalam mendidik anak, terutama di tengah tantangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dengan pendidikan keluarga yang kuat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kokoh.

Kegiatan Kajian Ramadan ini diikuti oleh pegawai serta civitas akademika di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumatera Utara. Selain menjadi sarana menambah wawasan keislaman, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan refleksi spiritual di bulan suci Ramadan.

Kehadiran dosen Universitas Pembangunan Panca Budi sebagai pemateri turut menunjukkan kontribusi akademisi UNPAB dalam menyebarkan nilai-nilai pendidikan dan keislaman kepada masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Ramadan tidak hanya memperkuat ibadah individu, tetapi juga menginspirasi pembentukan keluarga yang harmonis, religius, dan berkarakter sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban.

Berita Lainnya