diskusi-ilmiah-prodi-pai-unpab-integrasi-pendidikan-islam-dan-teknologi-dalam-mewujudkan-generasi-emas-indonesia-1740038061_33.jpg

Diskusi Ilmiah Prodi PAI UNPAB: Integrasi Pendidikan Islam dan Teknologi dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Medan – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) sukses menyelenggarakan Diskusi Ilmiah dengan tema “Integrasi Pendidikan Islam dan Teknologi dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia”. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 18 Februari 2025 di Gelanggang Mahabento UNPAB dan menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Jailani, S.Ag., M.Ag. (Ketua LPPM Pascasarjana UIN Ar-Raniry) dan Assoc. Prof. Dr. Ir. Tumiran, M.Pd. (Dosen tetap PAI UNPAB).

Diskusi ilmiah ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Agama Islam dan Humaniora (FAIH) UNPAB, Dr. Abdi Syahrial Harahap, Lc., M.A., yang menyampaikan pentingnya mengintegrasikan pendidikan Islam dengan teknologi dalam menghadapi tantangan era digital. “Melalui diskusi ilmiah ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan inovatif yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Program Studi PAI UNPAB, Dr. Bahtiar Siregar, S.Pd.I., M.Pd., turut memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan beberapa program baru yang akan segera dilaksanakan oleh Prodi PAI UNPAB. Program tersebut meliputi:
- Program Belajar Tahsin dan Tahfidz Al-Quran, dan
- Belajar Membaca Kitab Kuning (Turos).

Dalam sambutannya, Dr. Bahtiar menjelaskan bahwa program-program ini sejatinya sudah menjadi bagian dari mata kuliah yang diajarkan di Prodi PAI, namun program tersebut dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk kelas khusus agar mahasiswa dapat lebih mendalami ilmu tahsin, tahfidz, dan kitab kuning. “Kami ingin memberikan ruang belajar yang lebih intensif dan terfokus, sehingga para mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang mumpuni dalam membaca Al-Quran dan kitab kuning,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dalam bidang ilmu agama dan mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang, terutama dalam era digital yang sangat dinamis. “Dengan penguatan pada aspek keagamaan ini, kami berharap generasi muda dapat menjadi pionir dalam mengintegrasikan ilmu agama dan teknologi untuk kebaikan umat,” tambah Dr. Bahtiar.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister PAI UNPAB, Dr. Mhd. Habibu Rahman, S.Pd., M.Pd., serta para dosen dan mahasiswa PAI UNPAB. Dr. Muhammad Yunan Harahap, S.Pd.I., M.Pd.I., dosen tetap PAI UNPAB, bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi dengan interaktif dan penuh antusiasme.

Dalam pemaparannya, Dr. Jailani, S.Ag., M.Ag. menyoroti pentingnya adaptasi pendidikan Islam terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, integrasi pendidikan Islam dan teknologi bukan hanya tentang memanfaatkan perangkat digital, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dan kontekstual. Ia menekankan bahwa pendidik harus kreatif dalam mengembangkan metode pembelajaran yang mampu menarik minat generasi digital.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Ir. Tumiran, M.Pd. menyampaikan bahwa peran pendidik sangat vital dalam mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam. Ia menjelaskan bahwa teknologi dapat digunakan sebagai media dakwah yang efektif dan efisien, terutama dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran. “Saat ini, pemanfaatan media sosial dan platform digital sangat efektif dalam menjangkau generasi muda. Oleh karena itu, pendidik harus adaptif dan kreatif dalam menggunakannya,” tegasnya.

Diskusi ilmiah ini berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dan masukan dari peserta. Para mahasiswa terlihat sangat antusias dan aktif berdiskusi dengan narasumber, menunjukkan semangat belajar yang tinggi dalam menggali ilmu dan mencari solusi untuk tantangan di era digital.

Dengan adanya diskusi ilmiah ini, diharapkan terbangun sinergi antara ilmu agama dan teknologi dalam rangka mempersiapkan generasi emas Indonesia yang berdaya saing global namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Acara ini juga menjadi bukti nyata komitmen Prodi PAI UNPAB dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter islami.

diskusi-ilmiah-prodi-pai-unpab-integrasi-pendidikan-islam-dan-teknologi-dalam-mewujudkan-generasi-emas-indonesia-1740038061_33.jpg

Diskusi Ilmiah Prodi PAI UNPAB: Integrasi Pendidikan Islam dan Teknologi dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Medan – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) sukses menyelenggarakan Diskusi Ilmiah dengan tema “Integrasi Pendidikan Islam dan Teknologi dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia”. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 18 Februari 2025 di Gelanggang Mahabento UNPAB dan menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Jailani, S.Ag., M.Ag. (Ketua LPPM Pascasarjana UIN Ar-Raniry) dan Assoc. Prof. Dr. Ir. Tumiran, M.Pd. (Dosen tetap PAI UNPAB).

Diskusi ilmiah ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Agama Islam dan Humaniora (FAIH) UNPAB, Dr. Abdi Syahrial Harahap, Lc., M.A., yang menyampaikan pentingnya mengintegrasikan pendidikan Islam dengan teknologi dalam menghadapi tantangan era digital. “Melalui diskusi ilmiah ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan inovatif yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Program Studi PAI UNPAB, Dr. Bahtiar Siregar, S.Pd.I., M.Pd., turut memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan beberapa program baru yang akan segera dilaksanakan oleh Prodi PAI UNPAB. Program tersebut meliputi:
- Program Belajar Tahsin dan Tahfidz Al-Quran, dan
- Belajar Membaca Kitab Kuning (Turos).

Dalam sambutannya, Dr. Bahtiar menjelaskan bahwa program-program ini sejatinya sudah menjadi bagian dari mata kuliah yang diajarkan di Prodi PAI, namun program tersebut dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk kelas khusus agar mahasiswa dapat lebih mendalami ilmu tahsin, tahfidz, dan kitab kuning. “Kami ingin memberikan ruang belajar yang lebih intensif dan terfokus, sehingga para mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang mumpuni dalam membaca Al-Quran dan kitab kuning,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dalam bidang ilmu agama dan mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang, terutama dalam era digital yang sangat dinamis. “Dengan penguatan pada aspek keagamaan ini, kami berharap generasi muda dapat menjadi pionir dalam mengintegrasikan ilmu agama dan teknologi untuk kebaikan umat,” tambah Dr. Bahtiar.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister PAI UNPAB, Dr. Mhd. Habibu Rahman, S.Pd., M.Pd., serta para dosen dan mahasiswa PAI UNPAB. Dr. Muhammad Yunan Harahap, S.Pd.I., M.Pd.I., dosen tetap PAI UNPAB, bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi dengan interaktif dan penuh antusiasme.

Dalam pemaparannya, Dr. Jailani, S.Ag., M.Ag. menyoroti pentingnya adaptasi pendidikan Islam terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, integrasi pendidikan Islam dan teknologi bukan hanya tentang memanfaatkan perangkat digital, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dan kontekstual. Ia menekankan bahwa pendidik harus kreatif dalam mengembangkan metode pembelajaran yang mampu menarik minat generasi digital.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Ir. Tumiran, M.Pd. menyampaikan bahwa peran pendidik sangat vital dalam mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam. Ia menjelaskan bahwa teknologi dapat digunakan sebagai media dakwah yang efektif dan efisien, terutama dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran. “Saat ini, pemanfaatan media sosial dan platform digital sangat efektif dalam menjangkau generasi muda. Oleh karena itu, pendidik harus adaptif dan kreatif dalam menggunakannya,” tegasnya.

Diskusi ilmiah ini berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dan masukan dari peserta. Para mahasiswa terlihat sangat antusias dan aktif berdiskusi dengan narasumber, menunjukkan semangat belajar yang tinggi dalam menggali ilmu dan mencari solusi untuk tantangan di era digital.

Dengan adanya diskusi ilmiah ini, diharapkan terbangun sinergi antara ilmu agama dan teknologi dalam rangka mempersiapkan generasi emas Indonesia yang berdaya saing global namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Acara ini juga menjadi bukti nyata komitmen Prodi PAI UNPAB dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter islami.

Berita Lainnya