
Dari AI hingga Komersialisasi Inovasi, UNPAB Perkuat Strategi Riset Berdaya Saing Global
Medan, 22 Oktober 2026 – Bagaimana riset perguruan tinggi dapat berkembang lebih cepat, melahirkan kolaborasi yang kuat, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat di luar kampus? Pertanyaan tersebut menjadi benang merah rangkaian lokakarya hari ketiga Global Adjunct Professor Program di Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), Kamis, 22 Oktober 2026.
Melalui tiga lokakarya yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), pengembangan kelompok riset, serta pengelolaan dan komersialisasi inovasi, UNPAB mengangkat tiga aspek penting dalam penguatan ekosistem penelitian di perguruan tinggi. Ketiganya mencerminkan kebutuhan riset masa kini, mulai dari pemanfaatan teknologi untuk mengolah literatur ilmiah hingga upaya mengembangkan hasil penelitian agar berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas.
Dr. Goh Chin Fei membawakan materi “Workshop on Research Acceleration and AI-Driven Literature Syntheses” dengan fokus pada pemanfaatan AI untuk mendukung sintesis literatur ilmiah. Dalam proses penelitian, kemampuan menelaah berbagai sumber, mengenali keterkaitan antarkajian, dan memetakan perkembangan ilmu pengetahuan menjadi fondasi penting dalam merumuskan arah riset. Pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu pendekatan pendukung dalam proses tersebut, dengan tetap mengutamakan verifikasi sumber, ketepatan informasi, dan penilaian kritis peneliti.
Aspek kolaborasi menjadi perhatian dalam materi “Workshop on Working in Research Group (Waris Experience)” yang disampaikan Professor Ts. Dr. Nangkula Utaberta. Pengembangan kelompok riset membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan penggabungan keahlian dari berbagai bidang. Melalui kerja sama yang terarah, peneliti dapat membangun proses penelitian yang lebih terstruktur sekaligus memperluas peluang pengembangan kajian bersama.
Sementara itu, Professor Ts. Dr. Mohd Faizal bin Omar membawakan materi “Workshop on Innovation and Commercialisation Management in Higher Education”. Pembahasan ini mengangkat pentingnya pengelolaan inovasi di lingkungan perguruan tinggi, termasuk potensi pengembangan hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat diarahkan menuju pemanfaatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Ketiga topik tersebut memperlihatkan bahwa penguatan riset membutuhkan pendekatan yang saling terhubung. Teknologi dapat mendukung proses penelusuran dan sintesis pengetahuan, kolaborasi membantu mempertemukan kompetensi peneliti, sedangkan pengelolaan inovasi membuka peluang untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi produk, layanan, atau solusi yang memiliki nilai guna.
Bagi UNPAB, penguatan kapasitas riset menjadi bagian penting dalam pengembangan lingkungan akademik yang responsif terhadap perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertukaran wawasan bersama akademisi internasional melalui Global Adjunct Professor Program memberikan ruang untuk memperluas perspektif sivitas akademika mengenai praktik penelitian, kolaborasi, dan pengembangan inovasi di pendidikan tinggi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, UNPAB mendorong penguatan budaya riset yang tidak hanya berorientasi pada proses dan luaran akademik, tetapi juga memperhatikan relevansi serta potensi pemanfaatan hasil penelitian. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu akademik, memperluas jejaring kolaborasi, dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Berita Lainnya
Pengumuman
Galeri Fakultas
Galeri Universitas
tags
- akuntansi
- beasiswa
- browser
- buku
- dikti
- ekonomi
- filsafat
- gemilang prestasi
- hukum
- islam
- jurnal
- kerjasama
- kesehatan
- komputer
- lanskap
- loker
- lomba
- lppm
- lppro
- magister
- manajemen
- metafisika
- olahraga
- pelatihan
- pengumuman
- pertanian
- peternakan
- pustaka
- seminar
- sepakbola
- sosial
- teknik
- ukm
- unpab
- wisuda












