belajar--diskusi-eco-enzyme-dan-photosyntetic-bacteria-_22.jpg

Belajar - Diskusi Eco Enzyme dan Photosyntetic Bacteria

Yayasan Prof Dr. H. Kadirun Yahya menyelenggarakan belajar sekaligus diskusi seputar Eco-Enzyme dan Photosyntetic Bacteria (PSB), yang diikuti sebanyak 100 Mahasiswa/i  UNPAB. Kegiatan ini diselenggarakan di Gelanggang Mahabento pada rabu, 30 November 2022.

Turut hadir, Pembina Yayasan, Hj Sri Hayati, Kabid Pendidikan Perguruan Panca Budi, Achmad Basyir Santoso Adiputra, S.Psi, Rektor UNPAB, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE., MM, yang diwakili oleh Ka. Sekretariat UNPAB, H. Abdul Razak Nasution, SH.,Int., M.Sc., Pelopor Penggiat Eco-Enzyme Indonesia, Vera Tan beserta suami, Pendiri Bank Pohon, Faris Sembiring, Ibu-ibu perwiridan, Pecinta Lingkungan Hidup SMAN2 Binjai yang didampingi oleh Ibu Mahdalena Mahyudin, Kabag. Tamsih, Jumadi, SP, Anggota BOK, dan Mahasiswa’i UNPAB,serta, siswa/i SMA Perguruan Panca Budi.

Kegiatan diawali dengan pemberian cendramata, yang diberikan oleh Pembina Yayasan, Hj Sri Hayati, Kabid Pendidikan Perguruan Panca Budi Medan, Achmad Basyir Santoso Adiputra, S.Psi, Ka. Sekretariat UNPAB, H. Abdul Razak Nasution, SH.,Int., M.Sc, kepada Pelopor Penggiat Eco-Enzyme Indonesia, Vera Tan beserta suami.

Eco-Enzyme, dikenal juga sebagai Enzyme dari sampah merupakan salah satu cara manajemen sampah dengan cara memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk menghasilkan cairan yang bermanfaat. Ketika kita sudah ada rasa cinta lingkungan, kita bisa mencoba dari mengumpulkan sampah-sampah yang ada disekitar kita, baik organik maupun non organik. Setelah dikumpulkan, kemudian mulailah untuk mengolahnya, ucap Pelopor penggiat Eco-Enzyme Indonesia, Vera Tan.

Eco-Enzyme memiliki beberapa manfaat, seperti sebagai pembersih ruangan, pemberantas hama, untuk kesehatan (menyembuhkan banyak jenis penyakit), pupuk organik, dapat dicampur pada kompos hewan untuk mengurangi bau ammonia, dapat meningkatkan kapasitas produksi sayur dan buah-buahan, serta menuangkan eco-enzyme pada air sungai yang sudah bau tidak sedap dan membuat air sungai tersebut layak digunapan untuk pertanian.

Kegiatan diskusi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih kepada masyarakat setelah melakukan pelatihan, selain itu kegiatan diskusi ini juga menjadi sarana bagi masyarakat  dalam menyampaikan kesulitan yang dialami selama melakukan pelatihan dan menanyakan hal-hal yang masih mengganjal terkait pelatihan pembuatan Eco-Enzyme yang telah dilakukan.  Dan melalui diskusi ini, nantinya diharapkan masyarakat dapat mengolah sendiri sampah yang ada disekitaran tempat tinggal, mengetahui manfaatnya dan juga cara mengolahnya”, lanjut Pelopor penggiat Eco-Enzyme Indonesia, Vera Tan.

Berikutnya,  dilanjutkan dengan praktek pembuatan Eco-Enzyme yang bahan-bahannya terdiri dari gula pasir, sampah organik dan air yang kemudian ketiga bahan tersebut dicampur untuk selanjutnya dilakukan proses fermentasi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan foto bersama

Berita Lainnya