bangun-lingkungan-kampus-yang-inklusif-unpab-dan-universitas-sari-mutiara-bahas-penguatan-akses-pendidikan-disabilitas-1793616754_48.jpg

Bangun Lingkungan Kampus yang Inklusif, UNPAB dan Universitas Sari Mutiara Bahas Penguatan Akses Pendidikan Disabilitas

Medan, 2 November 2026 – Penguatan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas menjadi perhatian Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) dalam mendorong terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Komitmen tersebut dibahas melalui audiensi bersama Universitas Sari Mutiara pada Senin (2/11/2026) di Gedung M 103 UNPAB. Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran informasi dan pengalaman ant perguruan tinggi dalam mengembangkan layanan pendidikan yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi.

Dalam audiensi tersebut, kedua institusi membahas pentingnya penyediaan layanan pendidikan yang aksesibel bagi penyandang disabilitas. Pembahasan mencakup aspek aksesibilitas fasilitas kampus, dukungan akademik, kemudahan memperoleh informasi, hingga pelayanan kemahasiswaan yang dapat menunjang keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas pendidikan.

Dari pihak UNPAB, audiensi dihadiri oleh Assoc. Prof. Dr. Cut Nuraini, S.T., M.T. selaku Rektor Bidang Aset dan Sistem Informasi UNPAB; Assoc. Prof. Dr. Emi Wakhyuni, S.E., M.Si. selaku Ketua Unit Layanan Disabilitas UNPAB; Dr. Abdi Setiawan, S.E., M.Si. selaku Sekretaris Unit Layanan Disabilitas UNPAB; Hermansyah, S.Kom., M.Kom. selaku Kepala Biro Sarana dan Prasarana Umum; serta Reza Juliangga, S.T., M.Sc. selaku Kepala Urusan Administrasi dan Keberlanjutan Kerja Sama.

Sementara itu, Universitas Sari Mutiara diwakili oleh Assoc. Prof. Ns. Johansen Hutajulu, AP, S.Kep., M.Kep., Ph.D. selaku Wakil Rektor III; Yunida Turisna selaku Kepala Career Development & Alumni Centre; serta Idaria R. Sidabukke selaku Kepala Biro Kemahasiswaan.

Keterlibatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UNPAB menjadi bagian penting dalam audiensi ini, khususnya dalam membahas peran perguruan tinggi untuk memastikan terpenuhinya hak dan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas. Layanan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aksesibilitas lingkungan kampus, penyediaan informasi yang mudah dijangkau, serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.

Pendidikan tinggi yang inklusif tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga membutuhkan sistem pelayanan dan dukungan kelembagaan yang mampu memberikan kesempatan setara bagi seluruh mahasiswa. Karena itu, sinergi dan pertukaran pengalaman ant perguruan tinggi menjadi salah satu upaya untuk memperkaya pemahaman serta mendorong pengembangan layanan yang lebih responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa.

Melalui audiensi ini, UNPAB dan Universitas Sari Mutiara membuka ruang komunikasi untuk menjajaki peluang pengembangan layanan pendidikan inklusif. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pemahaman dan kolaborasi antarinstitusi guna mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang semakin aksesibel, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Upaya ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman, menjunjung kesetaraan, dan memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk mengembangkan potensinya.

 

Berita Lainnya